• Wed. Jan 14th, 2026

Iumbunginformasi

Aktual dan Benar

Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 Tegaskan Keberlanjutan Kurikulum Merdeka, UNISNU Jepara Dorong Pembelajaran Mendalam

ByMas Narto

Jan 7, 2026
Bagikan Berita ini

 

Lumbunginformasi.id Jepra – Pemerintah melalui Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025 resmi menetapkan perubahan atas Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 tentang kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Aula 1 Kemnag Rabu, 7/1/2026.

Foto saat menerima.materi modul ajar dan LKPD

 

Regulasi ini menegaskan bahwa Kurikulum Merdeka tetap berlanjut dan tidak mengalami perubahan substansi, sekaligus memberi kepastian arah kebijakan pendidikan nasional.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Pengembangan Sistem Pendidikan dan Inovasi UNISNU Jepara, yang juga Asesor Prajabatan dan Asesor Sekolah Rakyat, Dr. Khalimatus Sadiyah, M.Pd.I.

Saat memberikan penjelasan terkait kebijakan terbaru kurikulum nasional.
Menurutnya, Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 menegaskan bahwa Kurikulum 2013 masih dapat diterapkan hingga tahun ajaran 2025–2026, sementara untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) diberikan masa transisi lebih panjang hingga tahun 2027.

Kebijakan ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap kesiapan satuan pendidikan di berbagai daerah.
“Regulasi ini bukan mengganti kurikulum, tetapi memperkuat arah implementasi Kurikulum Merdeka dengan penekanan pada kualitas pembelajaran,” ujar Dr. Khalimatus Sadiyah.

Pembelajaran Mendalam: Berkesadaran, Bermakna, dan Menggembirakan
Salah satu penguatan penting dalam Permendikdasmen ini adalah penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) yang mencakup tiga prinsip utama, yaitu:
Pembelajaran Berkesadaran
Pembelajaran yang mendorong peserta didik memahami tujuan belajar, proses, dan dampaknya bagi diri serta lingkungannya.
Contoh: Guru mengajak siswa merefleksikan manfaat pelajaran IPS tentang lingkungan dengan mengaitkannya pada masalah sampah di desa mereka.
Pembelajaran Bermakna
Pembelajaran yang relevan dengan kehidupan nyata dan membangun pemahaman konseptual yang kuat.

Contoh: Dalam mata pelajaran Matematika, siswa mempelajari perhitungan persentase melalui studi kasus diskon di pasar atau koperasi sekolah.

Pembelajaran Menggembirakan
Proses belajar yang menciptakan suasana aman, menyenangkan, dan memotivasi peserta didik untuk aktif.
Contoh: Guru menggunakan permainan edukatif, diskusi kelompok, eksperimen, atau proyek kreatif sehingga siswa belajar tanpa tekanan.

Peran Modul Ajar dalam Kurikulum Merdeka
Dr. Khalimatus Sadiyah menegaskan bahwa modul ajar menjadi instrumen penting dalam mewujudkan pembelajaran mendalam.

Modul ajar dirancang lebih fleksibel dibanding RPP, namun tetap sistematis dan berorientasi pada kebutuhan siswa.
Modul ajar yang baik setidaknya memuat:
Tujuan pembelajaran yang jelas dan terukur.

Aktivitas pembelajaran yang berpusat pada siswa
Asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif
Diferensiasi pembelajaran sesuai karakter dan kemampuan peserta didik
“Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber ilmu, tetapi sebagai fasilitator yang membuka ruang kreativitas, kolaborasi, dan pengembangan potensi siswa,” jelasnya.

Dengan modul ajar yang tepat, guru dapat menghadirkan pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan mendorong siswa untuk berpikir kritis, kreatif, serta berkarakter sesuai Profil Pelajar Pancasila.

Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat transformasi pendidikan nasional menuju Indonesia Emas 2045, dengan sistem pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan relevan dengan tantangan zaman.***

Ads

Lumbunginformasi.id Jepara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *