
Lumbunginformasi.id Jepara – Tim Gerakan Nasional Pemberantasan Tidak Pidana Korupsi (GNPK) Kabupaten Jepara melakukan pemantauan langsung ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seguyup Nak Nuk, Desa Tengguli, Kecamatan Bangsri, Rabu 28 Januari 2026.
Kegiatan ini dilakukan setelah tim GNPK secara resmi menerima mandat Surat Keputusan (SK) untuk melakukan pengawasan partisipatif terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi di daerah.
Pemantauan lapangan dilakukan sebagai bentuk komitmen GNPK Jepara dalam memastikan program strategis nasional di sektor gizi berjalan sesuai aturan,
transparan, dan tepat sasaran. Tim GNPK tidak hanya melakukan pengecekan administratif, tetapi juga melihat langsung kondisi operasional, distribusi makanan, hingga kesiapan sumber daya manusia di SPPG tersebut.
SPPG Seguyup Nak Nuk diketahui telah beroperasi sekitar tiga bulan terakhir dan bermitra dengan pihak pelaksana bernama Adib. Berdasarkan hasil pantauan, SPPG ini melayani sebanyak 3.019 penerima manfaat yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), hingga sekolah menengah atas (SMA).
Dalam pelaksanaannya, SPPG Seguyup Nak Nuk menerapkan pembagian porsi makanan berdasarkan jenjang usia dan kebutuhan gizi. Untuk peserta didik TK serta siswa SD kelas 1 hingga kelas 3, disediakan porsi kecil yang disesuaikan dengan kebutuhan dan daya konsumsi anak usia dini. Sementara itu, siswa SD kelas 3 hingga SMA mendapatkan porsi besar guna menunjang kebutuhan energi dan nutrisi yang lebih tinggi.
Tim GNPK Jepara menilai pembagian porsi tersebut sebagai langkah yang cukup rasional, meski tetap perlu evaluasi berkelanjutan agar kualitas dan kuantitas makanan benar-benar sesuai standar gizi yang ditetapkan. Selain itu, aspek kebersihan dapur, proses pengolahan makanan, serta sistem distribusi juga menjadi perhatian utama dalam kroscek lapangan ini.
Dari sisi ketenagakerjaan, SPPG Seguyup Nak Nuk saat ini melibatkan sebanyak 47 karyawan yang terdiri dari tenaga dapur, pengemasan, distribusi, hingga administrasi. Keberadaan puluhan tenaga kerja lokal ini dinilai memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar, sekaligus menjadi indikator bahwa SPPG bukan hanya berfungsi sebagai penyedia layanan gizi, tetapi juga penggerak ekonomi desa.
Tim GNPK Jepara menegaskan bahwa pemantauan ini bukan untuk mencari kesalahan, melainkan memastikan program berjalan sesuai dengan prinsip akuntabilitas dan integritas. GNPK juga membuka ruang komunikasi dengan pengelola SPPG agar setiap temuan di lapangan dapat segera diperbaiki sebelum menimbulkan persoalan yang lebih besar.
“Kami hadir untuk melihat langsung, bukan hanya menerima laporan di atas kertas. Program gizi menyangkut kesehatan dan masa depan anak-anak, sehingga pengawasan harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan,” ungkap salah satu anggota tim GNPK Jepara di sela kegiatan.
Ke depan, GNPK Jepara memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap SPPG lain di wilayah Jepara. Langkah ini diharapkan mampu mencegah potensi penyimpangan, meningkatkan kualitas layanan, serta memperkuat kepercayaan publik terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional.
Dengan pengawasan aktif dari masyarakat sipil, GNPK optimistis program SPPG dapat berjalan lebih transparan, tepat sasaran, dan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi ribuan penerima di Kabupaten Jepara.***
UCP
Lumbunginformasi.id Jepara