• Wed. Jan 14th, 2026

Iumbunginformasi

Aktual dan Benar

Kebijakan Kemenag Implementasikan Asta Program Prioritas untuk Wujudkan Indonesia Emas 2045 melalui Kurikulum Berbasis Cinta

ByMas Narto

Jan 7, 2026
Bagikan Berita ini

Lumbunginformasi.id Jepara – Kementerian Agama Republik Indonesia terus memperkuat arah kebijakan pembangunan keagamaan dan pendidikan dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah implementasi Asta Program Prioritas Kementerian Agama yang menitikberatkan pada transformasi layanan keagamaan serta penguatan kurikulum berbasis cinta.

Hal tersebut disampaikan oleh Bin Himma Muhammad Burhan, S.Ag., M.Ag., dalam pemaparan kebijakan Kementerian Agama terkait implementasi Asta Program Prioritas, Selasa (7/1) pukul 10.30 WIB.

Pengertian Asta Program Prioritas Kementerian Agama
Asta Program Prioritas Kemenag merupakan delapan agenda strategis yang menjadi pedoman utama dalam penyelenggaraan layanan keagamaan dan pendidikan keagamaan di Indonesia. Program ini dirancang untuk menjawab tantangan zaman melalui penguatan moderasi beragama, peningkatan kualitas sumber daya manusia, transformasi digital, serta penanaman nilai kemanusiaan dan kebangsaan.

Dalam konteks pendidikan, Asta Program Prioritas diarahkan untuk membentuk generasi beriman, berakhlak, cerdas, dan berdaya saing global tanpa kehilangan jati diri keindonesiaan.

Contoh implementasi Asta Program Prioritas, antara lain:
Transformasi layanan keagamaan berbasis digital yang mudah diakses masyarakat.

Penguatan moderasi beragama dalam kurikulum dan praktik pembelajaran.
Pendidikan yang mendorong kepedulian sosial, toleransi, dan persatuan bangsa.

Pengertian Kurikulum Berbasis Cinta
Salah satu pilar penting dalam kebijakan Kemenag adalah kurikulum berbasis cinta, yakni pendekatan pendidikan yang menanamkan nilai kasih sayang sebagai fondasi pembentukan karakter peserta didik. Kurikulum ini bertujuan mencetak manusia yang utuh, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual, emosional, dan sosial.

Menurut Bin Himma Muhammad Burhan, kurikulum berbasis cinta meliputi beberapa dimensi utama, yaitu :
Cinta kepada Tuhan, diwujudkan melalui penguatan iman, ibadah, dan akhlak mulia.

Cinta kepada diri sendiri, dengan menumbuhkan kesadaran menjaga kesehatan fisik dan mental.

Cinta kepada lingkungan, melalui kepedulian terhadap kelestarian alam dan keberlanjutan hidup.
Cinta kepada bangsa dan negara, dengan menanamkan nilai nasionalisme, persatuan, dan tanggung jawab sebagai warga negara.

Contoh Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta
Penerapan kurikulum berbasis cinta dapat diwujudkan secara konkret dalam kehidupan pendidikan, di antaranya:

Pembelajaran yang ramah, inklusif, dan menghargai perbedaan peserta didik.

Kegiatan sekolah yang menumbuhkan kepedulian sosial dan cinta lingkungan.
Pendidikan karakter yang menanamkan rasa cinta tanah air dan semangat kebangsaan.

Melalui implementasi Asta Program Prioritas dan kurikulum berbasis cinta ini, Kementerian Agama optimistis dapat melahirkan generasi Indonesia yang religius, humanis, dan berdaya saing global, sebagai pondasi kuat menuju Indonesia Emas 2045.***

Ads

Lumbunginformasi.id Jepara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *