• Mon. Apr 27th, 2026

Iumbunginformasi

Aktual dan Benar

Polemik MBG Kembali Mencuat, Jadwal Berubah-ubah dan Jatah Guru Dihentikan Sementara

ByMas Narto

Apr 27, 2026
Bagikan Berita ini

Lumbunginformasi.id Jepara – Polemik program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali mencuat di tengah masyarakat, menyusul adanya perubahan kebijakan yang dinilai tidak konsisten. Program yang awalnya berjalan selama enam hari dalam sepekan, kini berangsur berubah menjadi lima hari, bahkan terbaru hanya empat hari pelaksanaan.

Perubahan tersebut dirasakan langsung oleh siswa-siswi, khususnya di lingkungan madrasah. Salah satu siswa yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa sebelumnya mereka menerima MBG hampir setiap hari sekolah, namun kini berkurang menjadi empat hari, terlebih pada hari Jumat yang memang libur di sebagian madrasah.
“Dulu hampir setiap hari dapat, sekarang jadi berkurang. Kami juga jadi bingung karena sering berubah,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Selain perubahan jadwal, polemik juga muncul dari dihentikannya sementara pemberian MBG untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Hal ini sebagaimana disampaikan oleh pihak SPPG Guyangan 2.

Dalam keterangannya, SPPG menyampaikan bahwa distribusi MBG untuk tenaga pendidik dan kependidikan dihentikan sementara. Keputusan ini diambil karena tim saat ini memfokuskan diri pada optimalisasi distribusi bagi kelompok prioritas 3B, yakni balita, PAUD/TK, dan SD. Langkah tersebut juga disesuaikan dengan kapasitas produksi dapur yang ada serta mengikuti prioritas program nasional.
“MBG untuk tenaga pendidik dan kependidikan akan dibuka kembali setelah distribusi untuk 3B berjalan stabil, lancar, dan merata. Pembukaan kembali menunggu instruksi serentak dari pihak Kecamatan Bangsri,” demikian keterangan dari SPPG.

Meski para tenaga pendidik cenderung memahami alasan tersebut, kondisi berbeda dirasakan oleh para siswa yang sebelumnya menerima manfaat penuh dari program ini. Mereka menilai perubahan yang terjadi terlalu sering dan tidak disertai penjelasan yang jelas kepada penerima manfaat.
Di sisi lain, masyarakat mempertanyakan kejelasan kebijakan mengingat anggaran MBG yang diketahui bersumber dari pemerintah. Ketidakpastian ini dikhawatirkan dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat, khususnya lembaga pendidikan serta siswa terhadap program MBG.

Masyarakat pun berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat memberikan penjelasan resmi dan transparan mengenai perubahan kebijakan tersebut. Kejelasan dinilai penting agar pelaksanaan program MBG tetap berjalan optimal serta tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.***

Lumbunginformasi.id Jepara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *