
Lumbunginformasi.id Jepara– Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara terus melakukan pembenahan sektor pariwisata. Pada 2026, Disparbud Jepara memfokuskan program pada tiga aspek prioritas, yakni digitalisasi layanan, kebersihan lingkungan atau ekologi, serta perbaikan sarana dan prasarana (sarpras) wisata.
Kepala Disparbud Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus daya tarik destinasi wisata di Kota Ukir.
Hal tersebut disampaikannya kepada media, Kamis (3/9/2026) siang.
Menurut Ali, dari sisi digitalisasi, sejumlah obyek wisata yang dikelola pemerintah daerah maupun pihak swasta mulai menerapkan sistem pembayaran dan tiket secara digital. Pengunjung kini dapat menggunakan e-ticketing dan QRIS untuk memperoleh tiket masuk.
“Semua destinasi obyek wisata yang dikelola Pemkab dan swasta mulai berbenah untuk meningkatkan kunjungan wisatawan masing-masing. Saat ini obyek wisata sudah menggunakan e-ticketing dan QRIS,” ujar Ali.
Sejumlah destinasi yang telah menerapkan sistem tersebut antara lain Pantai Kartini, KOP, Pulau Panjang, Pantai Bandengan, Pantai Pungkruk, Benteng Portugis, Gua Tritip, serta Museum RA Kartini.
Selain destinasi wisata, penerapan sistem digital juga dilakukan pada sejumlah fasilitas yang dikelola pemerintah, seperti Hotel Jatikerep dan Wisma Wisata di Karimunjawa.
Gerakan Indonesia ASRI
Prioritas kedua adalah penataan lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI, yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah.
Program tersebut diarahkan menjadi kegiatan berkelanjutan dan dilakukan secara berkala, bukan sekadar kegiatan seremonial. Pelaksanaannya melibatkan berbagai unsur, mulai dari staf Disparbud, pengelola obyek wisata, hingga pelaku usaha lokal.
“Gerakan Indonesia ASRI ini merupakan aksi berkala, bukan sekadar seremonial. Kami melibatkan lintas sektor, mulai dari staf dinas, pengelola obyek wisata sampai pelaku usaha lokal,” jelasnya.
Melalui program tersebut, kebersihan dan kenyamanan lingkungan destinasi wisata diharapkan semakin terjaga sehingga wisatawan mendapatkan pengalaman berkunjung yang lebih baik.
Menyasar Wisata Pelosok Desa
Sementara prioritas ketiga adalah revitalisasi sarana wisata perdesaan dan edukasi. Disparbud Jepara berupaya memperluas pembenahan destinasi, tidak hanya berfokus pada kawasan wisata di perkotaan, tetapi juga menyasar destinasi yang berada di pelosok desa.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Wisata Kali Dayung di Kecamatan Batealit. Destinasi yang sedang berkembang tersebut akan diupayakan mendapat pembenahan fasilitas dasar, antara lain toilet, petunjuk arah, hingga spot foto yang memanfaatkan keindahan alam sekitar.
“Pembenahan sarpras tetap kita perlukan secara bertahap dengan melihat kondisi anggaran yang ada,” kata Ali.
Ia menambahkan, pengembangan destinasi wisata dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kemampuan anggaran. Dengan tiga fokus tersebut, Disparbud berharap pengelolaan pariwisata Jepara semakin modern, bersih, nyaman, sekaligus mampu meningkatkan kunjungan wisatawan.
Upaya tersebut juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal dan perekonomian masyarakat di sekitar destinasi wisata.***
Ads
Lumbunginformasi.id Jepara