• Thu. Oct 1st, 2026

Iumbunginformasi

Aktual dan Benar

Laut Bukan Pemisah, Lestari Moerdijat Dorong Museum Bahari Jadi Penguat Identitas Bangsa

ByMas Narto

Oct 1, 2026
Bagikan Berita ini

Lumbunginformasi.id Jakarta – Sejarah maritim Nusantara dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat identitas dan kesadaran kebangsaan. Karena itu, pengelolaan museum bahari dinilai perlu diperkuat melalui standardisasi, pengawasan, serta tata kelola kolaboratif agar jejak peradaban laut Indonesia tetap lestari.

Pandangan tersebut disampaikan Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat saat membuka Forum Diskusi Aktual Berbangsa Bernegara (FDABB) bertema “Laut yang Menyatukan Indonesia: Menghidupkan Kesadaran Kebangsaan dari Museum Bahari”, di Ruang Delegasi Gedung Nusantara V, Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Diskusi tersebut digelar atas kerja sama MPR RI, Yayasan Mitra Museum Jakarta, dan Forum Diskusi Denpasar 12. Hadir sebagai narasumber Laksamana TNI (Purn.) Prof. Marsetio, Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum., serta Direktur Eksekutif Musee ID Nofa Farida Lestari.

Lestari menegaskan, sebagai negara maritim, Indonesia perlu melihat wilayah perairan dan daratan sebagai satu kesatuan.
“Negara kita adalah negara maritim, kita harus memiliki cara pandang bahwa perairan dan daratan merupakan satu kesatuan. Museum bahari harus mampu menjadi bagian dari instrumen penguatan kedaulatan bangsa.”
Menurut Rerie, sapaan Lestari, pemahaman terhadap sejarah kelautan dapat memperkuat ikatan batin warga negara.

Catatan sejarah serta berbagai bukti material yang tersimpan di museum, kata dia, harus mampu memberikan gambaran mengenai perjalanan bangsa pada masa lalu.
Ia juga menyoroti masih adanya kesenjangan antara regulasi dan pelaksanaan pelestarian museum bahari.
“Regulasi sudah ada, tetapi apakah hal itu sudah membuat para pemangku kepentingan mengalokasikan anggaran dan langkah pelestarian yang memadai?” ujarnya.

Karena itu, Lestari mendorong adanya tata kelola kolaboratif yang sistematis antara pemerintah, akademisi, dan sektor swasta. Menurutnya, keberlangsungan warisan budaya maritim bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh warga negara.

Laut Membentuk Identitas Indonesia
Laksamana TNI (Purn.) Prof. Marsetio dalam diskusi tersebut menyebut Indonesia sebagai salah satu kekuatan maritim dunia dengan tiga alur laut kepulauan.
Menurutnya, posisi Indonesia sebagai negara maritim semakin kuat setelah lahirnya Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957. Karena itu, diperlukan strategi yang tepat untuk membangun kekuatan maritim Indonesia.
“Kita punya konsep wawasan Nusantara yang menegaskan cara pandang Bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya. Ini yang harus diperkuat untuk membangun bangsa,” kata Marsetio.
Sementara itu, sejarawan Prof. Susanto Zuhdi menjelaskan bahwa laut telah memainkan peran penting dalam proses pembentukan bangsa Indonesia jauh sebelum Sumpah Pemuda 1928.

Menurut Susanto, sejarah Indonesia pada abad ke-17 dan ke-18 tidak semata-mata dapat dilihat dari perspektif VOC. Jaringan pelayaran juga mempertemukan berbagai kelompok masyarakat dan melahirkan interaksi lintas etnik.
Melalui jaringan pelayaran tersebut, diaspora Nusantara menyebar dan berinteraksi sehingga melahirkan nilai-nilai baru yang kemudian menjadi bagian dari fondasi kebangsaan Indonesia.

Museum Tak Sekadar Tempat Menyimpan Koleksi
Direktur Eksekutif Musee ID Nofa Farida Lestari mengatakan museum bahari perlu berkembang melampaui fungsi tradisional sebagai tempat menyimpan dan memamerkan benda bersejarah.
Museum, menurut Nofa, harus menjadi ruang dialog, pendidikan kebangsaan sekaligus penggerak pembangunan lokal yang berkelanjutan.
“Karena itu, museum perlu ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pembangunan, bukan hanya sebagai institusi pelestarian sejarah,” ujarnya.

Pandangan senada disampaikan Ketua Kelompok Fraksi Partai NasDem di Komisi X DPR RI Ratih Megasari Singkarru. Ia menyebut pembahasan RUU Sisdiknas juga berkaitan dengan fungsi edukasi museum, termasuk materi sejarah, seni, dan muatan lokal.
Ratih berharap ruang kurikulum semakin inklusif sehingga dapat menjadi pijakan bagi pengembangan sumber daya manusia Indonesia.
Kepala Unit Pengelola Museum Kebaharian Jakarta Mis’ari turut mengungkapkan perlunya dukungan pendanaan yang berkelanjutan.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menyediakan pembiayaan, tetapi keberlanjutannya perlu dijaga agar pengelolaan museum tidak terkendala kebijakan efisiensi.
Saat ini, pihaknya juga membangun kolaborasi dengan museum di Rotterdam, Belanda, untuk memperkaya koleksi Museum Kebaharian Jakarta. Keterlibatan sektor swasta juga diharapkan semakin terbuka untuk mendukung pengelolaan museum.
Membangun Kekuatan Bahari Lewat Budaya dan Pendidikan
Visiting Professor Universitas Leiden, Idham Bachtiar Setiadi, Ph.D., menekankan bahwa kekuatan bahari tidak hanya lahir dari negara, tetapi juga dari masyarakat.
Menurutnya, masyarakat membangun kekuatan bahari, sementara negara berperan mendorong dan memperkuatnya.
“Membangun kekuatan bahari bukan hanya soal armada. Namun juga soal budaya, pendidikan, dan kesadaran masyarakat yang harus dibangun,” tegas Idham.
Ia mendorong museum agar mampu menggerakkan partisipasi masyarakat sekaligus memperkuat pengembangan pusat-pusat bahari di berbagai daerah.
Sementara itu, Tenaga Ahli MPR RI Luthfi Assyaukanie menyimpulkan bahwa laut dalam perjalanan sejarah Indonesia justru berperan sebagai pemersatu.

Menurutnya, meskipun selama ini laut kerap dipandang sebagai pemisah antarpulau, sejarah menunjukkan bahwa jaringan laut justru mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah.
Laut juga berperan dalam pembentukan identitas bangsa melalui perjalanan diaspora Nusantara.
“Laut merupakan harapan dan masa depan,” ujar Luthfi.

Karena itu, pembangunan narasi melalui museum bahari dinilai penting untuk menanamkan kesadaran bahwa laut bukan sekadar wilayah geografis, melainkan bagian dari sejarah, identitas, sumber daya, sekaligus masa depan bangsa Indonesia.***

Humas NsDm
Ads

Lumunginformasi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *