
Lumbunginformasi.id Jepara – Perjalanan pembangunan Desa Ngabul, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, menjadi salah satu perhatian warga menjelang Pemilihan Petinggi (Pilpet) Desa Ngabul.
Sejumlah warga menilai berbagai program dan kegiatan yang telah berjalan selama kepemimpinan Solehan, S.E., S.H., M.H., perlu dievaluasi sekaligus dilanjutkan untuk penyempurnaan pembangunan desa ke depan.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, sebut saja JN, mengatakan bahwa setiap pilihan dalam Pilpet akan menentukan arah pembangunan Desa Ngabul ke depan.
Menurutnya, pengalaman dan kiprah calon dalam membangun desa menjadi salah satu pertimbangan bagi masyarakat dalam menentukan pilihan.
“Bagi kami, ini momentum untuk menyempurnakan rintisan pembangunan yang sudah ada agar ke depan dapat ditata lebih baik,” ujar JN, Rabu (8/10/2026).
Ia menyebut, selama kepemimpinan Solehan, berbagai kegiatan desa telah diarahkan pada pengembangan potensi masyarakat. Di antaranya melalui pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, serta pemanfaatan lahan agar lebih produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Berbagai kegiatan tersebut, lanjutnya, turut membuat Desa Ngabul mendapat perhatian dalam sejumlah kegiatan yang dinilai edukatif dan mendorong kreativitas masyarakat.
Meski demikian, JN mengakui bahwa perjalanan pemerintahan desa tentu tidak lepas dari kekurangan maupun tantangan. Karena itu, evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan dinilai tetap diperlukan agar pembangunan desa dapat berjalan lebih baik.

Sementara itu, keterbukaan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat juga menjadi bagian yang disoroti. Hubungan dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta warga secara umum dinilai penting untuk menjaga kebersamaan dan kondusivitas Desa Ngabul.
Dalam kesempatan sebelumnya, Solehan juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila selama menjalankan amanah masih terdapat kekurangan. Evaluasi terhadap berbagai kegiatan, menurutnya, dapat dilakukan secara terbuka bersama masyarakat.
Konsep komunikasi informal seperti berdiskusi dan “ngopi bareng” menjadi salah satu cara yang dapat digunakan untuk mendengarkan masukan warga sekaligus membahas berbagai persoalan pembangunan desa.
Warga berharap, pembangunan, pengembangan potensi ekonomi, serta keragaman budaya yang selama ini dikembangkan di Desa Ngabul dapat terus mendapat perhatian. Dengan evaluasi dan keterlibatan masyarakat, pembangunan desa diharapkan semakin tertata serta mampu menciptakan lingkungan masyarakat yang rukun, aman, dan tenteram.
Pilpet Desa Ngabul sendiri menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan desa berdasarkan pertimbangan masing-masing, termasuk melihat visi, program, pengalaman, serta rekam kegiatan para calon.***
M Adi Sunarto
Lumbunginformasi.id Jepara