• Sun. Jun 23rd, 2024

Iumbunginformasi

Aktual dan Benar

Kilas Balik Smartfren

ByMas Narto

Jun 30, 2022
Bagikan Berita ini

Jakarta – Smartfren telah mengawali tahun 2022 dengan sejumlah tonggak pencapaian penting.

Menurut laporan bertajuk Global Mobile Network Experience Awards 2022 dari Opensignal, Smartfren terpilih sebagai 1 dari 30 operator yang meraih titel Global Rising Star. Itu berarti, Smartfren telah mengalami peningkatan kualitas layanan di kategori-kategori yang diujikan di dalam laporan tersebut.

Kategori-kategori itu mencakup Video Experience, Games Experience, Voice App Experience, Download Speed Experience, Upload Speed Experience, dan 4G Availability.

Di kategori terakhir, Smartfren bahkan menempati posisi teratas di region Indonesia untuk ke sekian kalinya seperti ditampilkan pada grafik di bawah.

Terkini, di kategori 4G Availabiilty di Indonesia, Smartfren mencapai 98,1, mengungguli para kompetitornya di kisaran 90 hingga 94. [Klik tautan ini untuk melihat grafik interaktif].

Sebetulnya, tidak mengherankan apabila Smartfren unggul di kategori ini, mengingat Smartfren menawarkan jaringan 4G saja. Lain halnya dengan operator lain yang masih menyalakan jaringan 3G.

Jumlah BTS

VP of Network Operations di Smartfren, Agus Rohmat, menyebut bahwa total BTS mereka secara nasional pada akhir 2021 mencapai 44.000 unit dan ditargetkan pada tahun 2022 ini ada penambahan 2.000 unit BTS baru.

“Jumlah BTS Smartfren itu sekitar 44.000-an. Selama 2021, Smartfren menambah BTS sekitar 4000-an. Kemudian pada 2022 ditargetkan membangun 2000-an lagi,” tutur Agus beberapa waktu lalu.

Menurut paparan, BTS mereka mendukung teknologi modernisasi jaringan yang memungkinkan peralihan ke 5G berlangsung lebih baik, yang disediakan oleh para perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi.

Sejumlah skenario use case untuk 5G juga telah Smartfren siapkan dan salah satunya adalah smart manufacture. Pertimbangan perusahaan, kata Agus, adalah bahwa Sinarmas selaku perusahaan induk Smartfren memiliki banyak factory site, sehingga smart manufacture sebagai use case untuk penggelaran 5G dirasa menjadi pilihan tepat.

Selain itu, use case lainnya adalah produk CPE Mifi dengan kapabilitas 5G yang dinilai lebih realistis. Chief Brand Officer di Smartfren, Roberto Saputra, memaparkan bahwa penggunaan jaringan 4G mereka di smartphone saat ini sudah cukup memenuhi kebutuhan pelanggan mereka mengakses berbagai layanan digital.

“4G sudah cukup. Karena kecepatan yang tinggi, penggunaan 5G di ponsel akan lebih cepat menghabiskan kuota data. Nanti konsumen komplain, kok mahal dan kuotanya cepat habis. Jadi ketika kami perkenalkan 5G memang tidak ingin basa-basi,” kata Roberto. (liputan6.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *