
Lumbunginformasi.id Jepara, – Kamis, 20 Februari 2025**
Peringatan haul cikal bakal pendiri dan satu abad berdirinya Masjid Jamik Roudlotul Falah Sekuro Jepara digelar secara sederhana namun khidmat dengan mengundang para tokoh, ulama, kiyai, dan cendekiawan se-Desa Sekuro.
Dalam acara yang berlangsung, hadir berbagai tokoh penting, di antaranya pengurus Masjid Roudlotul Falah Sekuro, Jam’iah Pengajian Minggu Pagi, Petinggi Sekuro Ali Sochib Spd, Ketua NU Kecamatan Mlonggo Solichan, Ketua NU Ranting Sekuro Achmad Rofiq Spd, serta tokoh agama dan masyarakat lainnya.

Ketua Takmir Masjid Jamik Roudlotul Falah Sekuro, Drs. Gunawan Spd, Mpd, dalam sambutannya kepada awak media menjelaskan bahwa peringatan seratus tahun berdirinya masjid ini merupakan kesempatan untuk mengenang sejarah dan perjuangan para pendiri masjid yang sangat berperan penting bagi Desa Sekuro.
Masjid Roudlotul Falah didirikan pada hari Ahad Kliwon, tanggal 1 Rajab 1343 H / 21 Februari 1925 M, oleh dua tokoh besar, Mbah Achmad Waridin dan Mbah Mariyadi Maladi. Bangunan masjid tersebut awalnya berasal dari rumah biasa yang dibeli dari Dukuh Sekembu, Desa Bandengan, Jepara. Rumah tersebut dibeli oleh Mbah Achmad Waridin, sementara tanahnya disediakan oleh Mbah Mariyadi Maladi.
Selain kedua tokoh tersebut, beberapa tokoh lain yang turut berperan dalam pembangunan masjid antara lain Mbah Marijan, Mbah H. Sirad, dan Mbah Achmad Soleh. Rumah dari Dukuh Sekembu tersebut diangkut menggunakan 20 cikar gerit dan dibawa ke Desa Sekuro. Setelah sampai di Sekuro, bangunan yang semula berbentuk rumah joglo itu kemudian diubah menjadi masjid dan diberi puncak atau pekik.
Komponen bangunan yang masih asli hingga saat ini meliputi soko guru, pintu, dinding gebyok, serta serambi pendopo yang terbuat dari kayu jati. Panitia pada waktu itu meliputi Ketua Mbah Achmad Waridin, Wakil Ketua Mbah H. Sirad, dan Bendahara Mbah Mariyadi Maladi, dibantu oleh Mbah Marjan, Mbah Soleh, dan lainnya. Kiyai Masidin dari Desa Gemulung, Pecangaan, ditunjuk sebagai imam pertama masjid dan diberikan wakaf tanah untuk tempat tinggal dari Mbah Marjan.
Peringatan cikal bakal pendiri dan seratus tahun berdirinya Masjid Jamik Roudlotul Falah ini diwarnai dengan pemasangan mustoko masjid yang baru. Mustoko tersebut sebelumnya terbuat dari logam dan kini diganti dengan duplikasi karya Kanjeng Ibu Ratu Kali Nyamat yang terbuat dari tanah liat dari Desa Mayong. Pemasangan mustoko ini dilakukan pada tanggal 9 Maret 2025 sebagai simbol pembaharuan, dengan angka 99 yang melambangkan Asmaul Husna dan 1 yang melambangkan Ahad Allah, jumlah yang mencerminkan 100 tahun peringatan kali ini.
Acara kemudian ditutup dengan ceramah agama yang disampaikan oleh Kiyai Sofyan Choirudin dari Kota Semarang.
Peringatan ini menjadi momen penting untuk mengenang perjuangan dan dedikasi para pendiri masjid serta untuk merayakan seratus tahun sejarah Masjid Jamik Roudlotul Falah Sekuro.***
Sumber : AH
Lumbunginformasi.id Jepara