• Fri. Jan 23rd, 2026

Iumbunginformasi

Aktual dan Benar

Bagikan Berita ini

Lumbunginformasi.id Jepara – Dalam dialog antara Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Lutfi, dengan tokoh masyarakat dan tokoh agama yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Jepara, Selasa malam (4/3/2025), masalah jalan rusak menjadi salah satu topik utama yang disampaikan peserta. Selain itu, beberapa isu lainnya juga turut dibahas, seperti soal pupuk bersubsidi, bansos yang tidak merata, kesejahteraan nelayan, gaji guru madrasah, dan pelestarian seni ukir Jepara.

Pada kesempatan ini, Gubernur Ahmad Lutfi didampingi oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, dan Wakil Bupati M. Ibnu Hajar. Acara tersebut juga dihadiri oleh mantan Bupati Jepara, Ahmad Marzuqi, Ketua MUI, Forkopimda, Sekda Jepara, serta para kepala OPD di lingkungan Pemprov Jateng dan Kabupaten Jepara.

Terkait dengan kerusakan jalan, Gubernur Lutfi memastikan bahwa seluruh kerusakan jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan diperbaiki dalam waktu 15 hari ke depan. Selain itu, setiap kabupaten dan kota juga akan mendapatkan bantuan sebesar Rp. 30 miliar untuk perbaikan jalan.

“Harapan saya, sebelum Lebaran, semua perbaikan jalan, baik milik provinsi maupun kabupaten/kota, harus selesai. Sebab, Jawa Tengah menjadi lintasan utama arus mudik,” tegasnya. Gubernur Lutfi menambahkan bahwa perbaikan permanen akan dibahas setelah Lebaran.

Gubernur juga menegaskan bahwa ia akan berperan sebagai jembatan antara pemerintah pusat dan masyarakat Jawa Tengah, yang berjumlah 38 juta orang. “Saya menjadi jembatan program Bapak Presiden dan memastikan semuanya berjalan di Jawa Tengah,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pada retret di Magelang, seluruh Bupati/Walikota di Jawa Tengah telah berkomitmen untuk menjaga stabilitas wilayah dan perekonomian daerah guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jateng.

Selain masalah jalan, Ahmad Lutfi juga memastikan bahwa infrastruktur pendidikan, pertanian, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi prioritas. “Sekolah-sekolah yang rusak akan diperbaiki. Pembangunan saluran irigasi, baik primer, sekunder, maupun tersier, akan dilakukan secara bertahap,” tegasnya.

Secara khusus, Gubernur Lutfi menjelaskan bahwa untuk mengatasi pendangkalan muara sungai yang mengganggu mobilitas nelayan, telah dialokasikan dana sebesar Rp. 70 miliar. Di Jepara, akan dikembangkan tambak nila salin seluas sekitar 15 ribu hektar, yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

Pada akhir sesi, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menegaskan komitmennya untuk mendukung sepenuhnya kebijakan Gubernur Jawa Tengah dalam mensejahterakan masyarakat. Namun, Witiarso juga menyampaikan permintaan tambahan bantuan sebesar Rp. 45 miliar untuk infrastruktur, dengan efisiensi yang telah dilakukan sebesar Rp. 75 miliar.

Hadepe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *