
Lumbunginformasi.id Jepara – SMP Negeri 6 Jepara yang berdiri sejak 1929 dengan nama Openbare Ambachsshool (sekolah pertukangan) akan dikembangkan menjadi living museum atau museum hidup. Gagasan ini muncul dalam diskusi antara Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dan Yayasan Pelestari Seni Ukir Jepara (Peluk Jepara) pada Sabtu (15/3/2025).
Menurut Lestari, konsep museum saat ini tidak harus berupa bangunan megah, tetapi yang lebih penting adalah memberikan pengalaman autentik mengenai sejarah seni ukir Jepara. “Sekolah ini memiliki nilai historis yang luar biasa dalam perjalanan seni ukir Jepara,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Jepara, Ali Hidayat, menegaskan bahwa konsep living museum selaras dengan program unggulan Bupati Jepara, Witiarso Utomo, yang ingin membangkitkan kembali seni ukir. Selain itu, pendekatan ini dianggap lebih efisien secara anggaran dibandingkan pembangunan museum konvensional.
Gagasan ini juga mendapat dukungan dari Kepala Disparbud Jepara, Muh Deko Udyyono, yang berencana mengadakan lomba dan pameran ukir untuk meningkatkan kecintaan anak muda terhadap seni ukir. Dalam waktu dekat, akan dilakukan inventarisasi dan registrasi koleksi seni yang ada di SMPN 6 Jepara, termasuk ukiran bersejarah dari tahun 1952 serta berbagai karya siswa yang tersimpan di ruang Sasana Adhi Praceko.
Ketua Umum Yayasan Peluk Jepara, Hadi, menambahkan bahwa living museum ini akan menyajikan kembali perkembangan seni ukir Jepara dari 1929 hingga 1960. Nantinya, museum ini juga dapat terintegrasi dengan SMKN 2 Jepara yang memiliki jurusan Dekorasi Ukir.
Dengan kehadiran living museum, pengunjung tidak hanya dapat melihat tinggalan budaya, tetapi juga berinteraksi langsung dengan sejarah dan memahami nilai-nilai kearifan lokal. “Konsep ini akan membantu merekonstruksi peristiwa masa lampau dan memberikan pengalaman edukatif yang lebih mendalam,” pungkas Hadi.
Red
Lumbunginformasi.id Jepara