• Fri. Jan 23rd, 2026

Iumbunginformasi

Aktual dan Benar

Ribuan Warga Padati Desa Tegalsambi Saksikan Tradisi Perang Obor, Bupati Jepara Serukan Inovasi Wisata Budaya

Bagikan Berita ini

LumbunginformasiJepara — Ribuan warga membanjiri Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Jepara, pada Senin malam (9/6/2025), untuk menyaksikan tradisi budaya Perang Obor. Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Jepara, Witiarso Utomo, dengan penyulutan obor sebagai tanda dimulainya pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia sejak tahun 2020.

Turut hadir dalam acara ini Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar, unsur Forkopimda, pimpinan dan kepala OPD, serta tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Witiarso Utomo menegaskan bahwa tradisi Perang Obor tidak hanya menjadi milik masyarakat Tegalsambi, tetapi telah menjadi bagian dari identitas budaya Kabupaten Jepara.

> “Di balik kobaran api dan semangat para peserta, tersimpan nilai-nilai luhur tentang keberanian, kejujuran, solidaritas, dan doa keselamatan,” ujar Witiarso.

 

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya inovasi dalam pengembangan wisata budaya. Menurutnya, tren pariwisata kini mengarah pada pengalaman berbasis komunitas, bukan sekadar tontonan.

> “Wisatawan tidak hanya mencari tontonan, tetapi pengalaman. Karena itu, harus ada inovasi untuk meningkatkan daya tariknya hingga mampu menarik wisatawan mancanegara,” tambahnya.

 

Sebelum perang obor digelar, dilakukan prosesi kirab dua pusaka desa — Pedang Gampang Sari dan Podang Sari — yang diyakini sebagai pemberian Sunan Kalijogo. Kirab dimulai dari rumah Petinggi Tegalsambi, Agus Santoso, dengan diiringi para bayan leger Didik dan Sak Dullah, pembawa api Mat Budin, serta pasukan pelaksana perang obor.

Bupati Jepara dan rombongan Forkopimda turut berjalan di belakang kirab, disambut meriah oleh warga yang memadati jalan-jalan desa.

Perang obor berlangsung selama hampir satu jam dan berakhir di rumah Petinggi Tegalsambi, tempat seluruh pasukan kembali berkumpul. Di lokasi ini, disiapkan minyak londoh untuk mengobati luka bakar ringan akibat api.

> “Atas izin Allah, dua hari luka mereka sudah kering,” kata Petinggi Tegalsambi, Agus Santoso.

 

Sebagai penutup rangkaian acara budaya malam itu, digelar pagelaran wayang kulit di Balai Desa Tegalsambi dengan lakon Pandawa Syukur, dibawakan oleh Ki Dalang Hadi Purwanto.***

Lumbungknformasi.id Jepara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *