
Lumbunginformasi.id Jepara, 21 Februari 2026 – Laga sengit pekan ke-22 Super League 2026 antara Persijap Jepara kontra Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2/2026), berakhir manis bagi tuan rumah. Persijap sukses mengamankan kemenangan 3 – 1 di hadapan ribuan pendukungnya.
Namun, kemenangan tersebut ternoda insiden kericuhan yang terjadi di jalan umum usai pertandingan. Oknum suporter yang diduga berasal dari kelompok Banaspati dan CNS melakukan aksi anarkis hingga mengakibatkan kerusakan pada tiga unit ambulans milik Komunitas Relawan Jepara (KRJ).
Berdasarkan laporan di lapangan, satu ambulans mengalami pecah kaca bagian depan, satu unit pecah kaca belakang, dan satu lainnya terkena lemparan benda keras hingga bodinya penyok parah. Ketiga ambulans tersebut sebelumnya dalam posisi siaga untuk membantu pengamanan laga, termasuk penanganan pemain yang cedera maupun penonton yang membutuhkan pertolongan medis.
KRJ menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut.
Sebagai relawan kemanusiaan, ambulans selalu disiagakan untuk pelayanan tanpa memandang kelompok maupun kepentingan. Kerusakan ini bukan hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak pada pelayanan masyarakat serta memunculkan trauma dan rasa takut di tengah warga.
Pihak KRJ berharap ada tanggung jawab dari ketua suporter dan penyelenggara pertandingan. Mereka juga mendesak adanya tindakan tegas dari instansi terkait agar kejadian serupa tidak terulang serta tidak ada pembiaran terhadap aksi kekerasan yang merusak fasilitas pelayanan publik.
Insiden ini menjadi catatan buruk dalam gelaran kompetisi, sekaligus pengingat bahwa sportivitas tidak hanya berlaku di dalam lapangan, tetapi juga di luar stadion. Semua pihak diharapkan dapat mengambil langkah konkret demi menjaga keamanan, ketertiban, dan nama baik sepak bola Jepara.***
Ads
Lumbunginformasi.id Jepara