
Lumbunginformasi.id Jepara, 26 Februari 2026 – Pemilik akun media sosial @Susijofanda1919 akhirnya menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf secara terbuka terkait unggahan konten yang menggunakan atribut organisasi Fatayat NU.
Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung melalui akun media sosial pribadinya pada Rabu (26/2/2026), menyusul gelombang kecaman dan reaksi keras dari warganet yang menilai penggunaan atribut resmi organisasi tersebut tidak pada tempatnya.
Dalam pernyataannya, pemilik akun mengakui kelalaiannya dalam membuat konten tanpa mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan. Ia menyadari bahwa penggunaan atribut resmi organisasi perempuan di bawah naungan Nahdlatul Ulama itu telah menimbulkan ketidaknyamanan di tengah masyarakat.
“Saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelalaian dan ketidakhati-hatian saya dalam membuat konten. Saya tidak berpikir panjang terkait dampak yang ditimbulkan,” ujarnya dalam klarifikasi tersebut.
Ia juga secara khusus menyampaikan permohonan maaf kepada jajaran NU dan Fatayat NU, serta kepada masyarakat luas yang merasa tidak nyaman atas unggahan tersebut. Selain itu, ia berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan akan lebih berhati-hati dalam memproduksi konten di media sosial.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para kreator digital untuk lebih bijak dan berhati-hati dalam menggunakan simbol, atribut, maupun identitas organisasi dalam setiap karya yang dipublikasikan. Media sosial, selain menjadi ruang ekspresi, juga menuntut tanggung jawab moral agar tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun keresahan publik.
Dengan adanya klarifikasi dan permintaan maaf tersebut, diharapkan polemik yang sempat mencuat dapat segera mereda dan menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak dalam bermedia sosial secara santun dan bertanggung jawab.***
Lumbunginformasi.id Jepara