• Thu. Aug 6th, 2026

Iumbunginformasi

Aktual dan Benar

123 Siswa dan Guru SMPN 2 Jepara Diduga Keracunan MBG, Investigasi Dinkes Temukan Sejumlah Pelanggaran di Dapur SPPG

ByMas Narto

Aug 6, 2026
Bagikan Berita ini

Lumbunginformasi.id Jepara – Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 123 siswa dan guru SMPN 2 Jepara usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki babak baru. Hasil investigasi sementara Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara menemukan sejumlah dugaan pelanggaran dalam pengelolaan makanan di dapur SPPG Bandengan 5.

Berdasarkan data Dinkes, sebanyak 123 orang terdampak, terdiri dari 110 siswa dan 13 guru. Mereka mengalami gejala mual, muntah, diare, kram perut, hingga tubuh lemas. Empat siswa sempat menjalani perawatan di RSU PKU Aisyiyah Jepara karena kondisinya lebih berat.
Investigasi awal mengarah pada menu beef teriyaki yang disajikan bersama tumis labu siam, wortel bumbu kuning, tempe goreng, dan semangka. Sejumlah korban mengaku daging sapi yang dikonsumsi terasa kurang segar, beraroma prengus, dan mengandung banyak lemak.

Selain itu, tim investigasi menemukan dugaan penggunaan daging beku yang kualitasnya tidak memenuhi standar saat proses pencairan. Dinkes juga mencatat berbagai temuan di dapur SPPG, di antaranya proses thawing yang kurang higienis, makanan dimasak sejak dini hari namun baru dikonsumsi menjelang siang, pendinginan hanya menggunakan kipas angin, pencucian wadah menggunakan ember, lemahnya pengawasan penggunaan alat pelindung diri, hingga tidak adanya pencatatan suhu freezer dan standar operasional prosedur (SOP) yang memadai.
Temuan lain yang menjadi perhatian adalah dugaan penggunaan daging tanpa Sertifikat Nomor Kontrol Veteriner (NKV), yang merupakan salah satu standar keamanan produk asal hewan.
Meski demikian, Dinkes Jepara menegaskan penyebab pasti kejadian belum dapat disimpulkan karena hasil uji laboratorium terhadap sampel makanan masih dalam proses.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para korban.
Sebagai tindak lanjut, Dinkes merekomendasikan pengelola SPPG memperketat pengawasan internal, menggunakan bahan baku bersertifikat NKV, memperbaiki sanitasi dapur, menerapkan SOP di seluruh tahapan produksi, serta meningkatkan sistem penyimpanan, pencucian, dan pengelolaan limbah.

Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis benar-benar mengutamakan keamanan pangan serta keselamatan para penerima manfaat.

Jika hasil laboratorium sudah keluar, berita ini masih perlu diperbarui karena saat ini temuan Dinkes bersifat investigasi sementara dan belum menetapkan penyebab pasti keracunan.***

Ads

Lumbunginformadi.id Jepara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *