• Wed. Oct 21st, 2026

Iumbunginformasi

Aktual dan Benar

Kementerian Kebudayaan Mengapresiasi Inisiatif Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam Mendorong Restorasi Ornamen Ukir Jepara.

ByMas Narto

Oct 21, 2026
Bagikan Berita ini

Limbungingormasi.id Jakarta – Kementerian Kebudayaan mengapresiasi inisiatif Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, dalam mendorong restorasi ornamen ukir Jepara di Masjid Istiqlal Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina. Upaya tersebut dinilai menjadi wujud nyata diplomasi budaya Indonesia sekaligus mempererat hubungan persahabatan kedua negara.

Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Endah Tjahjani Dwirini Retno Astuti, mengatakan restorasi yang dilaksanakan tim perajin Jepara pada 14–19 Oktober 2026 merupakan tindak lanjut kunjungan Lestari Moerdijat ke Bosnia dan Herzegovina pada Februari 2026.

Menurut Endah, kunjungan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari upaya memperkuat pengajuan seni ukir Jepara sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO, tetapi juga membuka jalan bagi pelestarian ornamen kayu bernilai sejarah di Masjid Istiqlal Sarajevo.

Saat meninjau masjid tersebut pada Februari lalu, delegasi Indonesia menemukan kerusakan pada enam pilar kayu jati, tangga, dan hiasan dinding. Mengetahui kondisi itu, Lestari yang akrab disapa Rerie menawarkan bantuan restorasi yang kemudian disambut baik oleh pihak masjid.

“Pengiriman tim perajin Jepara ini merupakan bentuk diplomasi budaya yang konkret, bukan sekadar restorasi fisik. Melalui upaya ini, Indonesia merawat jejak budayanya di Eropa sekaligus menunjukkan bahwa keterampilan tradisional kita layak mendapat tempat di panggung internasional,” kata Endah, sebagaimana diberitakan Metro TV News, Selasa (20/10/2026).

Ia menjelaskan, keterlibatan Lestari menjadi bagian penting dalam merealisasikan upaya pelestarian tersebut. Prosesnya dimulai dari peninjauan kondisi ornamen, penyampaian tawaran bantuan, hingga pelaksanaan restorasi oleh perajin yang memiliki keahlian dalam tradisi ukir Jepara.

Merawat Warisan Sejarah dan Persahabatan Dua Negara

Ornamen ukir Jepara yang menghiasi Masjid Istiqlal Sarajevo memiliki nilai historis tersendiri. Karya tersebut merupakan hadiah Presiden ke-3 Republik Indonesia, B.J. Habibie, pada masa pascaperang dan menjadi simbol solidaritas Indonesia terhadap masyarakat Bosnia dan Herzegovina.

Karena itu, restorasi yang dilakukan tidak sekadar memperbaiki ornamen kayu yang mengalami kerusakan, tetapi juga menjaga warisan sejarah hubungan persahabatan kedua negara.

Pelibatan perajin asal Jepara menjadi langkah penting untuk memastikan proses perbaikan tetap mengandalkan keterampilan tradisional yang telah menjadi identitas budaya masyarakat Kota Ukir.

Endah menilai, inisiatif tersebut memperlihatkan bagaimana diplomasi budaya dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, mulai dari kepedulian terhadap warisan budaya, membangun komunikasi dengan mitra internasional, hingga menghadirkan tenaga ahli untuk merawat karya seni bersejarah.

Restorasi itu juga berlangsung bertepatan dengan peringatan 25 tahun Masjid Istiqlal Sarajevo. Momentum tersebut diharapkan semakin memperkuat persahabatan Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina sekaligus memperkenalkan keahlian perajin Jepara kepada masyarakat internasional.

Respons positif juga datang dari masyarakat setempat. Berdasarkan informasi yang disampaikan Lestari, staf pengadaan Masjid Istiqlal Sarajevo, Sulaiman ?ati?, menyebut masyarakat setempat telah lama mengenal kontribusi Indonesia terhadap masjid tersebut. Kisah persahabatan itu bahkan kerap disampaikan dalam khotbah Jumat.

Imam masjid juga memandang restorasi ornamen ukir Jepara sebagai perwujudan persahabatan kedua negara, bukan semata-mata proyek perbaikan bangunan yang dilakukan pihak asing.

Buka Peluang Kerja Sama Kebudayaan Kawasan Balkan

Kementerian Kebudayaan berharap keberhasilan restorasi tersebut dapat menjadi pijakan untuk mengembangkan kerja sama kebudayaan yang lebih luas antara Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina, termasuk dengan negara-negara lain di kawasan Balkan.

Menurut Endah, pengalaman tersebut dapat menjadi contoh diplomasi budaya yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, parlemen, komunitas, hingga pelaku seni secara langsung.

Ke depan, kerja sama berpeluang dikembangkan melalui program pelestarian warisan budaya, pertukaran perajin, serta pengembangan industri kreatif.

Upaya tersebut juga diharapkan semakin memperkuat pengenalan seni ukir Jepara di tingkat internasional, termasuk dalam proses menuju pengakuan UNESCO.

“Restorasi ini merupakan investasi budaya jangka panjang. Kami berharap inisiatif tersebut tidak berhenti pada perbaikan ornamen masjid, tetapi berkembang menjadi kerja sama kebudayaan yang berkelanjutan dan mempererat hubungan antargenerasi Indonesia dan Bosnia dan Herzegovina,” pungkas Endah.

Melalui restorasi ini, seni ukir Jepara tidak hanya menunjukkan kekayaan keterampilan tradisional Indonesia, tetapi juga menjadi penghubung persahabatan lintas negara. Warisan budaya yang dirawat bersama diharapkan terus memperkuat identitas bangsa sekaligus membuka ruang kolaborasi kebudayaan Indonesia di panggung dunia.( Mtr )***

 

Lumbunginformasi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *