• Sun. Jun 23rd, 2024

Iumbunginformasi

Aktual dan Benar

Bagikan Berita ini

JEPARA – Tomsi Tohir selaku Inspektur Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kemendagri pada Senin, (18/9/2023). Pj Bupati Edy Supriyanta didampingi Sekda Kabupaten Jepara Edy Sujatmiko turut hadir secara daring dalam rapat tersebut.

Dalam pembukaannya, ia mengatakan bahwa sampai saat ini, pemerintah masih berusaha mengatasi inflasi kaitannya dengan beras yang sudah 3 minggu terus merangkak naik dan belum menghasilkan penurunan yang signifikan.

“Kembali lagi sampai saat ini harganya masih naik. Oleh sebab itu, kepada rekan-rekan tim TPID beserta Forkopimda untuk berupaya bersama-sama dengan Bulog untuk melakukan operasi pasar yang berkaitan dengan beras secara masif,” kata Tohir.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Badan Pusat Statistik Pudji Ismartini memaparkan komoditas yang memengaruhi perubahan indeks perkembangan harga (IPH) pada minggu kedua bulan September 2023. Komoditas yang mengalami kenaikan secara berturut-turut adalah beras, gula pasir, dan cabai merah. Sedangkan komoditas yang mengalami penuruan harga antara lain bawang merah, bawang putih, dan telur ayam ras.

“Sampai dengan minggu kedua September 2023, harga beras menunjukkan kenaikan harga. Rata-rata berada pada kisaran Rp13.221,00. Kenaikan ini terjadi di 341 kabupaten/kota. Sedangkan pada gula pasir, tren kenaikan ada pada kisaran Rp14.884,00. Pada tahun 2020, lonjakan harga gula disebabkan karena ada ¬¬panic buying saat COVID-19 dan Agustus 2023 lalu inflasi gula pasir sebesar 1,20 persen dan perlu diwaspadai karena penghentian ekspor gula oleh India,” papar Ismartini.

Nyoto Suwignyo selaku Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengatakan saat ini Bapanas sedang memperkuat cadangan pangan pemerintah pusat dan mendorong cadangan pangan pemerintah daerah baik di provinsi dan kabupaten/kota agar dapat melakukan penyiapan cadangan pangan pemerintah daerahnya dan serta meningkatkan cadangan masyarat untuk antisipasi terjadinya kekurangan pangan, gejolak harga pangan, dan bencana alam.

“Sampai minggu kedua September 2023, sebanyak 6.433 ton cadangan beras milik pemerintah provinsi, dari 34 provinsi , ada 3 provinsi yag belum memiliki CBPP. Untuk mengendalikan harga, Bapanas sudah melakukan penyaluran bantuan beras untuk 12,353 juta Keluarga Penerima Manfaat periode bulan September-November yang disalurkan per 11 September 2023. Sampai dengan 16 September 2023 sudah tersalurkan 14.997 ton atau 7 persen di 38 provinsi ,” jelas Suwignyo.

Epi Sulandri selaku Kepala. Divisi Perencanaan Operasional dan Pelanan Publik Perum Bulog menyampaikan posisi total stok beras yang saat ini dimiliki Bulog.

“Total stok beras Bulog per 15 September 2023 adalah sebanyak 1.497.117 ton. Terbagi pada stok cadangan beras pemerintah sebanyak 1.438.649 ton dan stok komersil sebanyak 58.468 ton,” papar Epi.

Perwakilan Dirjen Pengeolahan dan Pemasaran Hasil Pangan, Kementerian Pertanian, Indah turut menjelaskan mengenai upaya yang telah dilakukan pemerintah khusus untuk mengatasi inflasi gula pasir.

“Percepatan produksi dan hilirisasi gula substitusi seperti gula aren, gula kelapam dan stevia, peningkatan provitas tebu nasional, peneyediaan benih unttul, dan rehabilitasi pabrik gula,” jelas Indah.

Dalam rapat, disampaikan pula materi dari Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Sekretaris Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara, Satgas Pangan Polri, dan Perwakilan Panglima TNI.***

Sumber : (DiskominfoJepara/Karisma)

NEWSLine.id Jepara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *