• Wed. Dec 10th, 2025

Iumbunginformasi

Aktual dan Benar

Gatot Nurmantyo Murka, Sebut Hercules Preman Ormas dan Bela Sutiyoso dari Ucapan “Bau Tanah”

ByMas Narto

Apr 30, 2025
Bagikan Berita ini

Lumbunginformasi.id Jakarta — Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo meluapkan kemarahannya terhadap Ketua Umum Gerakan Rakyat Indonesia Baru (Grib), Rosario de Marshall alias Hercules. Gatot menilai Hercules telah melampaui batas setelah menyebut purnawirawan TNI sekaligus mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, dengan kata-kata “bau tanah”.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Gatot menyebut pernyataan Hercules sangat tidak sopan dan melecehkan seluruh purnawirawan TNI, termasuk Presiden Prabowo Subianto.

“Ingat kau dulu DPO. Kau ke Jakarta dibawa purnawirawan juga. Sekarang bicara seenaknya. Sudah jadi raja kau?” ujar Gatot geram dalam video yang diunggah Rabu (30/4/2025).

Gatot juga mengecam keras cara Hercules dan ormas Grib yang dinilainya lebih menyerupai kelompok preman daripada organisasi kemasyarakatan. Ia menyinggung tindakan Grib yang sempat mengepung aparat dan membakar kendaraan polisi di Depok, serta pernyataan Hercules soal dukungan politik yang menempatkan Grib di atas kepentingan rakyat.

“Preman itu. Kalau negara dikuasai preman, kehancuran akan terjadi. Negara tidak boleh ada premanisme dan itu harus diberantas,” tegas Gatot.

Ia juga menegaskan bahwa pernyataan Hercules menghina para purnawirawan Kopassus, termasuk Presiden Prabowo, yang merupakan mantan Danjen Kopassus dan Pangkostrad.

Sebelumnya, Hercules dalam sebuah video menyentil Sutiyoso dan menyebutnya “bau tanah” karena desakannya agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming mundur. Hercules membela pasangan Prabowo-Gibran yang disebutnya sah dipilih rakyat dalam Pilpres 2024.

Perseteruan ini bermula dari delapan tuntutan Forum Purnawirawan TNI kepada Presiden Prabowo, termasuk desakan pergantian Wapres Gibran dan evaluasi kebijakan strategis pemerintah. Namun Presiden Prabowo, lewat penjelasan Penasihat Khususnya Wiranto, menyatakan belum bisa memberi jawaban konkret karena perlu kajian mendalam dan pertimbangan sistem ke tata negaraan.( Wrt Kt )***

 

Lumbungìnformasi.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *