• Sat. May 2nd, 2026

Iumbunginformasi

Aktual dan Benar

TIDAK SEJALAN DENGAN SEMANGAT PERJUANGAN BURUH, TINDAKAN ANARKIS PADA HARI BURUH PERLU DISIKAPI DENGAN TEGAS.

Bagikan Berita ini

lumbunginfirmasi.id Semarang — Sangat disesalkan terjadinya tindakan anarkis, pada saat peringatan Hari Buruh Internasional, yang terjadi di Semarang, 1 Mei lalu. Hal tersebut, seperti penilaian sejumlah tokoh masyarakat dan pemerhati hukum dari berbagai kalangan. “Hak-hak buruh, sudah cukup banyak diperhatikan oleh pemerintah dan tiap permasalahan yang dialami oleh buruh selalu dicarikan jalan keluarnya oleh pemerintah” ujar Yudi Andreas anggota DPRD Jateng.

Ditambahkan, aksi anarkis yang terjadi tidak mencerminkan sikap buruh, bahkan mencederai semangat perjuangan buruh itu sendiri.

Untuk itu, lanjut Wakil Ketua Komisi E DPRD Jateng tersebut, pihaknya mendukung sikap Kapolda Jateng, untuk melakukan tindakan secara tegas, dalam rangka menegakkan ketertiban dan keamanan, khususnya di wilayah Jateng.

Hal senada juga disampaikan oleh pengamat perilaku sosial, dari Yayasan Peduli Hukum dan Kemanusiaan, bahwa tindak anarkis bukanlah sikap dan sifat masyarakat indonesia yg memiliki moral dan etika dengan mengedepankan sopan santun dan tata krama. “Kami sangat mengecam tindakan anarkis tersebut apapun alasan dan dalilnya” ujar Cuk Johar.

Ditambahkan, pihaknya sangat mendukung dan mendorong pihak kepolisian untuk melakukan langkah hukum dengan tegas, guna menumbuhkan efek jera di kalangan masyarakat.

Sebenarnya, tambahnya, pemerintah sangat terbuka untuk menerima dan mengakomodir keinginan dan tuntutan buruh.

Sehingga, tegas Cuk Johar, pelaku anarkis baik itu dilakulan oleh massa demo buruh atau oleh pihak lain sebagai penyusup aksi demo tersebut, perlu untuk ditindak tegas sesuai ketentuan hukum berlaku. “Kami mendukung kepolisian untuk melakukan langkah tegas atas kejadian tersebut”.

Hal senada juga disampaikan oleh sejumlah tokoh masyarakat di Kabupaten Jepara, yang mengecam tindakan anarkis tersebut serta mendukung sikap tegas kepolisian.

Seperti penjelasan Humas Polda Jateng, situasi pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2025 di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah sempat memanas akibat tindakan provokatif dari kelompok berpakaian hitam yang diduga berafiliasi dengan jaringan Anarko. Polri bertindak cepat untuk melindungi massa buruh dan mengendalikan situasi secara terukur.

Sebelumnya, massa buruh dari aliansi KASBI, KSPIP, FSPMI dan KSPN telah menggelar aksi secara damai sejak pukul 14.30 WIB dengan menyampaikan sejumlah tuntutan melalui orasi dan sholawatan. Namun sekitar pukul 15.15 WIB, muncul kelompok berpakaian serba hitam yang diduga terafiliasi dengan kelompok anarko yang mencoba menyusup dan memprovokasi jalannya aksi.

Guna melindungi keselamatan peserta aksi May Day dari potensi kericuhan, petugas Polri kemudian menghimbau para buruh dan mobil komando aliansi buruh untuk masuk ke halaman Kantor Gubernuran Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan menjelang pembubaran aksi kelompok anarko yang terus melakukan perbuatan anarkis.

Setelah memastikan posisi aman bagi para buruh, pasukan Dalmas awal membentuk barisan di depan gerbang dan menyampaikan imbauan pembubaran massa secara tertib menggunakan pengeras suara. Namun imbauan tersebut tidak diindahkan.

Massa justru melanjutkan aksi anarkis dengan merusak pagar pembatas jalan, melakukan vandalisme di aspal Jalan Pahlawan, dan terus melempari petugas dengan botol, batu, serta benda-benda berbahaya lainnya.

Petugas bertameng kemudian mengambil tindakan tegas dan terukur dengan menyemprotkan water canon untuk membubarkan massa. Namun, aksi tersebut dibalas dengan lemparan petasan dari arah kerumunan.

Untuk mengurai dan mengendalikan situasi, dilakukan pergantian pasukan dengan lintas ganti PHH Brimob Polda Jateng yang menghalau massa menggunakan gas air mata ke arah kerumunan. Imbauan untuk membubarkan diri terus disampaikan melalui pengeras suara.

Pada pukul 17.30 WIB, situasi di Jalan Pahlawan Kota Semarang kembali kondusif. Massa meninggalkan lokasi dan menyebar ke arah Pleburan dan Simpang Lima.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol. Artanto, menyayangkan tindakan anarkis yang dilakukan oleh kelompok Anarko dalam aksi peringatan Hari Buruh tersebut. Dirinya menegaskan bahwa pembubaran yang dilakukan pihaknya merupakan upaya melindungi keamanan dan keselamatan bagi rekan rekan buruh yang melaksanakan aksi damai serta masyarakat dan pengguna jalan di sekitar lokasi.

“Polri mendukung penuh kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum, namun harus dilakukan dengan tertib dan damai. Tindakan anarkis yang merusak fasilitas umum serta membahayakan orang lain adalah pelanggaran hukum dan tidak dapat ditoleransi,” tegasnya…(<<HS>>)

 

Lumbunginformasi.id Jepara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *